Luas Perkebunan Kelapa di Kabupaten Purworejo +893,510 ha dengan produksi rata-rata 12.117.319 ton per tahun dan melibatkan 6.413 orang petani/pengrajin gula kelapa.
Gula kelapa dibuat dari bahan nira
kelapa (legen). Cara pembuatan gula kelapa cukup sederhana yaitu nira
kelapa atau legen disaring agar bersih kemudian dididihkan menggunakan
jadi/kenceng atau alat lain yang permukaannya lebar. Selama proses tanak
gula kelapa harus sering diaduk agar tidak hangus. Setelah menjadi
pekat gula diturunkan sambil terus diaduk. Adonan yang siap dicetak
dituangkan ke dalam cetakan yang terbuat dari tempurung berupa lingkaran
yang terbuat dari iratan bambu, bambu yang dipotong-potong, paralon,
atau kotak-kotak yang terbuat dari kayu. Setelah gula dingin dan
mengeras dikeluarkan dari cetakan. Pengemasan dilakukan dengan cara
membungkus gula dengan krakas/daun pisang kering, atau daun waru kering
untuk gula yang dicetak memakai tempurung. Klaras dan daun kelapa atau
gedebok pisang yang dikeringkan untuk gula yang dicetak berbentuk
lingkaran datar. Pengemasan juga bisa menggunakan plastik terutama untuk
gula yang berbentuk balok. Gula yang sudah dikemas kemudian disimpan di
tempat yang kering dan siap untuk dipasarkan.
Dalam pemasarannya, gula kelapa melalui
dua saluran distribusi, yaitu pemasaran langsung kepada konsumen dan
kepada pedagang pengumpul kecil maupun besar. Pemasaran langsung kepada
konsumen sebagai bahan pemanis bagi ibu rumah tangga maupun sebagai
bahan pelengkap dalam industri makanan atau minuman, antara lain gula
kacang (ampyang), enting-enting, kue satu, nopia, wajik, kecap, dan lain
sebagainya. Pedagang pengumpul yang banyak berperan dalam pemasaran
produk dari produsen, memasarkan kepada konsumen, pedagang pengecer
maupun pedagang menengah/besar yang ada di kota Purworejo, Yogyakarta
dan Semarang bahkan Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar